Webinar Keperawatan Seri Pertama Diikuti Ribuan Partisipan dari Dalam & Luar Negeri

Semarang  Ι Pandemi  Covid-16 menyebabkan adanya berbagai perubahan di berbagai tatanan kehidupan, baik dalam kehidupan sehari-hari, pembelajaran, penelitian maupun pelayanan kesehatan. Perubahan ini memerlukan penyesuaian dan adaptasi yang baik. Menyikapi adanya penyesuaian dalam penelitian dan pembelajaran klinik bidang keperawatan, Program Studi Keperawatan Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan (Fikkes) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar seminar online (webinar) secara serial terkait dengan pandemi Covid-19.

Dikemukakan oleh ketua panitia Ns. Enni Hidayati, M.Kep, Sp.Jiwa bahwa bulan Juni keperawatan Unimus akan menggelar 6 seri webinar . Webinar pertama diadakan pada Rabu (3/6)  adalah webinar internasional dengan topik “Research and Clinical Education Innovation In Covid-19 Pandemic” secara daring dengan video conference. Narasumber  dalam webinar ini  adalah Dr. Sandeep Paddar , MSc, PhD, Dipl.Diet (Lincoln University College, Malaysia) dengan topik “Research Innovation in Covid-19 Pandemic in Malaysia” dan Ns. Tri Nurhidayati, S.Kep MMed Ed (Dosen Keperawatan Unimus) dengan topik “Clinical Tutorial and Assestment Clinical Teaching during Covid-19 Pandemi”. Dimoderatori Ns. Desi Ariyana Rahayu, M.Kep (Dosen Keperawatan Unimus) webinar diikuti lebih dari 4.800 partisipan dari dalam dan luar negeri terdiri dari mahasiswa, perawat, praktisi kesehatan, dosen dan masyarakat umum.

Ketua Program S2 Keperawatan Unimus Dr. Ns Vivi Yosafianti Pohan, M.Kep dalam sambutan pembukaan menyatakan sangat penting melanjutkan pengembangan dan inovasi dalam penelitian sektor kesehatan, terutama dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang.  Karena saat ini kesehatan masyarakat rentan akan penularan Covid-19. Sehingga masyarakat perlu lebih mendapat edukasi dan informasi yang baik dan benar. Dan bagi pasien perlu dirawat dengan metode yang akurat.

“Program S2 Ilmu Keperawatan Unimus ikut berpartisipasi dalam pengembangan riset keperawatan. Masa pandemi Covid-19 ini perawat menemukan masalah baru, data yang valid dan akurat untuk keperluan penelitian dan bisa dijadikan S2 Ilmu Keperawatan Unimus sebagai peluang untuk tetap mengembangkan dan meningkatkan riset keperawatan” ujar Dr Ns Vivi Yosafianti Pohan, M.Kep. Menurutnya nara sumber dari Malaysia memberikan topik  karena Indonesia dan Malaysia memiliki banyak kesamaan. Juga bisa membandingkan riset terkait Covid-19 di kalangan ilmu keperawatan di dua negara ini.

Ditambahkan juga oleh Dr. Vivi, terkait pembelajaran klinik bahwa lahan praktik bagi mahasiswa keperawatan adalah di klinik baik RS, Puskesmas maupun komunitas sehingga perlu memikirkan ketercapaian pembelajaran klinik dalam situasi Covid-19. “Topik Clinical Tutorial and Assestment Clinical Teaching during Covid-19 Pandemi, akan memberikan berbagai alternatif dan solusi metode dan evaluasi pembelajaran klinik di masa pandemi” pungkasnya. Sesi seminar berlangsung selama 2,5 jam ditutup dengan diskusi dan tanya jawab online. Reportase UPT Kehumasan

Masa Pandemi, Prodi Keperawatan Siapkan Konsultasi Ibu Hamil Online

Semarang I Pandemi virus Corona (Covid-19) masih belum beranjak dari negeri tercinta. Kondisi ini membuat semua orang masih harus meningkatkan kewaspadaan dan tetap berada di rumah. Hal tersebut menyebabkan sebagian masyarat khawatir untuk berkunjung  ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan.  Mereka takut tertular virus corona, terutama saat berkerumun dengan banyak orang. Termasuk para ibu hamil, yang ingin melakukan konsultasi kehamilan.

“Terjadinya Covid-19 membuat banyak masyarakat termasuk para ibu hamil  khawatir berkunjung atau memeriksakan diri fasilitas pelayanan kesehatan. Mereka khawatir tertular, ketika datang ke Rumah Sakit, Puskesmas, klinik saat periksa atau menunggu antrian,” papar Sekretaris Program Studi S1 Keperawatan Unimus Ns. Machmudah, M.Kep SpKep.Mat, Jumat (15/5/2020).

Permasalahan tersebut mendorong kepedulian Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Univesitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui konsultasi gratis online kepada ibu hamil. “Melalui layanan tersebut, para ibu hamil dapat berkonsultasi tentang berbagai hal, termasuk persoalan yang dihadapi seputar kehamilannya” terang Machmudah.

“Dengan berpegangan pada tri dharma perguruan tinggi, salah satunya pengabdian masyarakat, kita ingin memberikan sumbangsih kepada masyarakat ditengah pandemi covid-19 ini. Salah satunya melaluii program konsultasi gratis kepada ibu hamil secara online tersebut,” terangnya. Dijelaskan, konsultasi kesehatan online melalui WhatsApp tersebut dibuka setiap hari, dengan pengampu dari dosen dan praktisi keperawatan maternitas Fikkes Unimus. “Konsultasi dilakukan hanya melalui aplikasi chat WhatsApp, bukan melalui telepon atau pesan pendek (sms)” tandasnya

Kegiatan dipromosikan secara online melalui poster. Konsultasi dilaksanakan dari Senin-Sabtu dengan konsultan dosen Departemen Keperawatan Maternitas yaitu Dr. Ns. Sri Rejeki, M.Kep, Sp.Mat, Ns.Machmudah, M.Kep, SpKep.Mat dan Ns. Nikmatul Khayati, M.Kep. “Klien yang melakukan konsultasi tidak hanya dari Semarang, bahkan dari luar provinsi Jawa Tengah dan luar Jawa. Dua mahasiswa Profesi Ners Unimus juga dilibatkan menjadi konselor dengan pendampingan dari dosen keperawatan Maternitas. Setiap konselor rata-rata setiap hari melayani 8-10 ibu hamil” pungkas Machmudah

Salah satu konsultan senior Dr. Ns.Sri Rejeki, M.Kep, Sp.Mat, menyampaikan bahwa kegiatan konsultasi gratis secara online, bagi ibu hamil dilakukan karena rasa empati, kemanusiaan dan kewajiban sebagai dosen.  “Masa kehamilan itu ada banyak hal yang bisa terjadi, misalnya bolak-balik buang air kecil dan inkontinensia (ngompol), mulas dan gangguan pencernaan, varises, sakit punggung, sembelit, wasir, hingga sariawan. Masalah psikologi juga banyak dikeluhkan oleh ibu hamil. Semua permasalah tersebut perlu mendapatkan solusi agar kualitas kesehatan ibu hamil tetap optimal” terangnya.

Reportase UPT Kehumasan

Pelatihan BLS Plus Tingkatkan Keunggulan di Keperawatan Gawat Darurat

Kedungmundu Ι (22/01/2020) Sesuai visi program pendidikan Ners diharapkan  program studi keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang adalah pada tahun 2024  sebagai pusat unggulan dalam pendidikan di bidang keperawatan gawat darurat yang profesional di Asia. Sebagai upaya untuk mencapai misi tersebut mahasiswa harus mampu mengusasi manajemen kegawat daruratan dasar (Basic Life Support). Oleh karena ini perlu dilakukan pelatihan tentang Basic Life Support Plus (BLS Plus) sebagai bekal dasar sebelum mahasiswa untuk masuk ke klinik dan menyiapkan  perawat yang unggul di bidang kegawatdaruratan. “Basic Life Support adalah tindakan penanganan yang dilakukan dengan sesegera mungkin dan bertujuan untuk menghentikan proses menuju kematian. Tujuan utamanya adalah guna melindungi organ vital seperti otak dari kerusakan yang irreversibel akibat hipoksia akibat peredarah darah yang tidak adekuat ke organ tersebut. Hal ini harus segera dilakukan karena bila terlambat dalam memberi penanganan, maka dapat mengancam jiwa pasien. Perawat lulusan Unimus harus kompeten untuk melakukan penangaan Basic Life Support” terang Dr. M. Fatkhul Mubin Kaprodi S1 keperawatan

Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada Rabu (22/1/2020) bertempat di gedung Nursing Research Center Unimus. Prodi Ners tahap akademik (S1 Keperawatan) menyelenggarakan pelatihan BLS Plus bagi mahasiswa semester akhir sejumlah 85 mahasiswa.  Menjadi  trainer dalam kegiatan tersebut adalah Ns. Chanif., MNS, Ns. Ahmad Mustofa, M.Kep, Ns. Sri Widodo, S.Kep, M.Si  dosen keperawatan Unimus yang juga Trainer dari Yayasan AGD 118 Jakarta.

Materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut adalah Bantuan Hidup Dasar, teori penggunaan AED, manajemen perdarahan, manajemen trauma muskuloskeletal (balut dan bidai), manajemen kegawatan luka bakar, praktek RJP dan transportasi pasien. Dalam kegiatatan pelatihan tersebut dilakukan evaluasi kemampuan mahasiswa dalam mencapai kompetensi melalui ujian tulis dan praktek. Setelah mengikuti pelatihan BLS Plus siap untuk manangani kasus kegawatdaruratan dasar yang dijumpai baik di masyarakat maupun di klinik.

Reportase UPT Kehumasan dan Keprotokoleran

Prodi Keperawatan Tuan Rumah Munas Aipnema 2019

Semarang | (27/11/2018) Prodi keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan (Fikkes) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Muhammadiyah A’isyiyah (Aipnema) ke-4. Bertempat di Hotel Grand Arkenzo Munas diikuti 105 peserta dari 69 institusi pendidikan ners dan keperawatan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah seluruh Indonesia. Acara berlangsung tiga hari 26-28 November 2019. Hari pertama menghadirkan narasumber dari majelis Dikti PP Muhammadiyah Prof. Dr. Achmad Nurmandi, dan ditutup dengan gala dinner di kampus Unimus. Dikemukakan oleh ketua AIPNEMA Dr. Edy Soesanto, S.Kp, M,Kes menyampaikan bahwa agenda munas selain pemilihan pengurus baru juga dise!enggarakan seminar pendidikan. Hari pertama selain menghadirkan narasumber pakar, AIPNEMA juga mengagendakan gala dinner yang berlangsung di kampus terpadu Unimus di Kedungmundu.

Hari kedua digelar Seminar Nasional bertajuk “Membangun Budaya Unggul Pendidikan Keperawatan Muhammadiyah A’isyiyah” pada Rabu (27/11/2019). Seminar menghadirkan keynote speaker anggota DPR RI yang juga dosen Unimus Dr. Edy Wuryanto, M.Kep. Seminar juga menghadirkan narasumber ketua divisi keperawatan LAMPTKes Prof. Dra. Setyowati, PhD. Diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari PTM/PTA seluruh Indonesia juga PTN dan PTS di Jawa Tengah.

Reportase UPT Humas

Dosen Keperawatan Unimus Unjuk Gigi dan Berprestasi dalam Konferensi Internasional di Malaysia

Shah Alam │(03/10/2019) Dosen Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) unjuk gigi dan berprestasi dalam “3rd International Conference on Healthcare and Allied Sciences (ICHAS) 2019” di Malaysia. Konferensi internasional yang mengusung tema utama “Healthcare Transformation and New Age Technologies” terselenggara selama dua hari 26-27 September 2019 kolaborasi antara Lincoln University College, Malaysia, dengan Universitas Muhammadiyah Semarang dan Universitas Osmania, India. Sebanyak empat belas (14) dosen keperawatan Unimus mempresentasikan hasil risetnya pada acara yang diikuti 200 peserta dengan berbagai disiplin ilmu seperti nursing, healthcare, public helalth, bilology, microbiology, medicine, bioteknologies dan ilmu lain dari 11 negara tersebut.

Disampaikan oleh Ketua Program Studi S1 Keperawatan Unimus Dr. Muhammad Fatkhul Mubin, M.Kep. Sp.Jiwa yang juga ketua delegasi, bahwa artikel yang dipresentasikan dosen keperawatan Unimus nantinya akan di publikasikan dalam publikasi internasional terindex Scopus dan publikasi dalam jurnal intenasional.  Dr. Muhammad Fatkhul Mubin, M.Kep. Sp.Jiwa juga ditunjuk sebagai invited speaker yang berbicara pada plenary sesion. Dr. Fatkhul Mubin, unjuk gigi menjadi pembicara pertama dalam plenary sesion membawakan topik “Effect of family psichoeducation therapy of paranoid schizofrenic (FPE-PS) againts patients quality of life”. Dr. Fatkhul memaparkan temuan penelitiannya bahwa psikoedukasi pada keluarga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien Schizofrenia (gangguan jiwa).

Tak hanya itu, dua orang delegasi  Unimus juga meraih prestasi dalam ajang internasional tersebut. Dua dosen keperawatan Unimus Ns. Dera Alfiyanti, M.Kep dan Ns. Desi Ariyana Rahayu, M.Kep terpilih menjadi best presenter dalam oral presentasi. Ns. Dera Alfiyanti dosen keperawatan anak Unimus terpilih sebagai presenter terbaik setelah mempresentasikan hasil riset berjudul “Effect of Cold Stimulation on Pain, Anxiety, and Behaviour in Children during Venipuncture Procedure”, sementara Ns. Desi Ariyana Rahayu dosen keperawatan jiwa Unimus menjadi best presenter melalui publikasi riset berjudul “Declining Depression, Anxiety and Stress of Cancer Patients Throughout Murottal and Classical Music Therapy”.

“Konferensi internasional ini menjadi upaya Unimus untuk meningkatkan kontrobusi di kancah internasional, juga untuk meningkatkan kualitas publikasi internasional oleh dosen” papar Wakil Rektor II Unimus Dr. Sri Rejeki, M.Kep, Sp.Mat yang hadir dalam perhelatan tersebut mewakili pimpinan Unimus. Ditambahkan oleh Wakil Rektor II bahwa target capaian international concerence adalah untuk meningkatkan capaian publikasi internasional bagi dosen, mahasiswa dan praktisi. “Kolaborasi melalui international concerence tentu akan meningkatkan kualitas pengetahuan dosen, membangun  wawasan dan jejaring scientist global juga untuk desiminasi hasil penelitian sebagai indikator peningkatan kualiatas dosen. Kedepan diharapkan dapat dilaksanakan berbagai kerjasama penelitian dengan peneliti dari berbagai negara” tambah Dr. Sri Rejeki yang juga menjadi salah satu pembicara oral presentasi.

Reportase UPT Humas dan Protokoler

Keperawatan Unimus Kerja Sama dengan Lincoln University Malaysia Gelar Seminar Internasional ICHAS di Malaysia

Semarang │(27/9/2019) Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes)Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) bekerja sama dengan Lincoln University College, Malaysia, Indonesia dan Universitas Osmania, India menyelenggarakan Konferensi Internasional ke-3 tentang Kesehatan dan Ilmu Pengetahuan atau di kenal dengan “3rd International Conference on Healthcare and Allied Sciences (ICHAS) 2019”. Konferensi berlangsung dua hari 25-26 September 2019 di Shah Alam, Malaysia. Gagasan dasar di balik konferensi ini adalah untuk bertukar gagasan baru dan menerapkan pengalaman langsung serta membangun hubungan baru dalam penelitian. Kegiatan ini juga menjembatani kolaborasi di masa depan bersama dengan mitra global. Membangun hubungan yang kuat antara industri dan akademisi juga merupakan salah satu faktor kunci. Konferensi ini membantu menjembatani kesenjangan antara biologis, tenaga kesehatan, perawat, profesional medis, ahli mikrobiologi, ilmuwan farmasi, dokter dan delegasi lainnya. Fokus utama dari konferensi ini adalah pada temuan terbaru dan paling menarik di bidang keperawatan, farmasi, bioteknologi, biokimia, biologi molekuler, ilmu lingkungan, sumber daya air, ilmu pangan, teknik pangan, rekayasa genetika, ekonomi kesehatan, psikologi, fisioterapi, olahraga dan, kebugaran, keanekaragaman hayati, mikrobiologi, imunologi dan bidang terkait.

“Konferensi internasional ini menjadi upaya Unimus untuk meningkatkan kontrobusi di kancah internasional, juga untuk meningkatkan kualitas publikasi internasional oleh dosen” papar Wakil Rektor II Unimus Dr. Sri Rejeki, M.Kep, Sp.Mat yang hadir dalam perhelatan tersebut mewakili pimpinan Unimus. Ditambahkan oleh Wakil Rektor II bahwa target capaian international concerence adalah untuk meningkatkan capaian publikasi internasional bagi dosen, mahasiswa dan praktisi. “Dengan kolaborasi melalui international concerence tentu akan meningkatkan kualitas pengetahuan dosen, juga untuk desiminasi hasil penelitian sebagai indikator peningkatan kualiatas dosen. Kedepan diharapkan dapat dilaksanakan berbagai kerjasama penelitian dengan peneliti dari berbagai negara” tambah Dr. Sri Rejeki, yang juga merupakan dosen keperawatan Unimus.

Kegiatan konferensi Internasional ditutup rangkaian oral presentasi oleh 163 presenter dari 11 negara untuk mempublikasikan hasil temuan penelitiannya. “Sebanyak empat belas dosen keperawatan Unimus turut mempresentasikan hasil penelitiannya. Artikel nantinya akan di publikasikan dalam publikasi internasional terindex scopus dan jurnal intenasional” terang Dr. Fatkhul Mubin, M.Kep, Sp.Jiwa selaku ketua Program Studi S1 Keperawatan Unimus yang juga pimpinan rombongan.  Pada kesempatan tersebut Dr. Fatkhul Mubin, M.Kep, Sp.Jiwa juga unjuk gigi menjadi pembicara pertama dalam plenary sesion membawakan topik “Effect of family psichoeducation therapy of paranoid schizofrenic (FPE-PS) againts patients quality of life”. Dr. Fatkhul memaparkan temuan penelitiannya bahwa psikoedukasi pada keluarga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien schizofrenia (gangguan jiwa).

Reportase UPT Humas dan Protokoler