Tingkatkan Kompetensi Perawatan Luka Prodi Keperawatan Hadirkan Gubernur IWCCA dalam Expert Lecture

Gubernur Indonesia Wound Care Clinical Assosiation (IWCCA) Jawa Tengah memaaparkan materi tentang modern dressing
Gubernur Indonesia Wound Care Clinical Assosiation (IWCCA) Jawa Tengah memaaparkan materi tentang modern dressing

Gubernur Indonesia Wound Care Clinical Assosiation (IWCCA) Jawa Tengah memaparkan materi tentang modern dressing

Unimus  (17/11/2017)  Prodi S1 keperawatan bersama dan D III keperawatan Universitas Muhammadiyah Semarang mengadakan kegiatan “Kuliah umum dengan tema  “Evidence Based Practice Terkini: Modern Wound Dressing pada perawatan luka Diabetes”. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa semester V S1 Keperawatan dan mahasiswa semester 1 D III Keperawatan juga dosen . Kegiatan dilaksanakan di Aula Universitas Muhammadiyah Semarang menghadirkan Gubernur Indonesia Wound Care Clinical Assosiation (IWCCA) Jawa Tengah Ns. Niken Safitri Dian Kusumaningrum, S.Kep, M.Si.Med.

Mahasiswa mengikuti kuliah umum Evidence Based Practice Terkini: Modern Wound Dressing pada perawatan luka Diabetes

Mahasiswa mengikuti kuliah umum Evidence Based Practice Terkini: Modern Wound Dressing pada perawatan luka Diabetes

Dalam kuliahnya beliau menyampaikan prinsip perawatan luka menggunakan prinsip kelembapan seimbang (moisture balance) dikenal sebagai metode modern dressing. “Metode perawatan luka yang berkembang saat ini adalah perawatan luka dengan menggunakan prinsip moisture balance, hasi penelitian menunjukkan lebih efektif untuk proses penyembuhan luka bila dibandingkan dengan metode konvensional.  Perawatan luka dengan menggunakan prinsip moisture balance ini dikenal sebagai metode modern dressing dan memakai alat ganti balut yang lebih modern” jelas Dosen Undip tersebut. “Perawat dituntut untuk mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang adekuat terkait dengan proses perawatan luka yang dimulai dari pengkajian yang komprehensif, perencanaan intervensi yang tepat, implementasi tindakan, evaluasi hasil yang ditemukan selama perawatan serta dokumentasi hasil yang sistematis.  dan memakai alat ganti balut yang sesuai” tandasnya.

Dimoderatori oleh Ns. Nikmatul Khayati, M.Kep kegiatan kuliah umum ini diberikan dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam perawatan luka. Peserta kuliah umum dapat menyaksikan secara langsung prosedur perawatan luka dengan modern dressing melalui video. Mahasiswa tampak antusias dan interest dengan materi yang disampaikan karena memberikan gambaran langsung tentang berbagai jenis modern dressing dan cara perawatan luka.

Reportase UPT Humas dan Protokoler

Teliti Model Pembelajaran Outcome Present Test (OPT) Dosen Keperawatan Unimus Raih Gelar Doktor

Dr. Edy Wuryanto., M.Kep bersama tim penguji Disertasi di FK UGM

Yogyakarta │(21/7/2017) Dosen Keperawatan Fakultas Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhamadiyah Semarang (Fikkes) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Dr. Edy Wuryanto., M.Kep berhasil meraih gelar Doktor di Program Studi Ilmu Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.  Dr. Edy Wuryanto., M.Kep menjadi dosen ke empat yang bergelar doktor di program studi keperawatan Fikkes Unimus. Melalui penelitian disertasi dengan judul ‘Model pembelajaran outcome present test (OPT) melalui peer learning untuk meningkatkan penalaran klinik mahasiswa profesi ners di Intensive Care Unit (ICU)” dosen yang juga menjadi ketua PPNI Jawa Tengah tersebut berhasil lulus dengan IPK 3,77.

 

Melalui penelitiannya Dr. Edy Wuryanto., M.Kep membuktikan bahwa model pembelajaran OPT  melalui peer learning sangat efektif dalam meningkatkan penalaran klinik pada mahasiswa profesi yang menjalani praktek di ruang ICU. “Penalaran klinik merupakan komponen yang sangat penting dalam perawatan pasien, perawat di ruang ICU melakukan pengkajian dan membuat keputusan klinis setiap saat. Keputusan klinis yang tepat akan mempengaruhi kualitas layanan keperawatan pada pasien. Penalaran klinik yang baik akan mempengaruhi pembuatan keputusan klinik yang tepat sehingga dibutuhkan model pembelajaran yang memfasilitasi peningkatan penalaran klinik” papar Edy. “Model pembelajaran OPT melalui kelompok sebaya ini dapat diaplikasikan pada pembelajaran mahasiswa di ruang ICU dan dapat dikembangkan dalam pembelajaran di ruangan lain yang membutuhkan kemampuan clinical reasoning yang tinggi seperti ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU), Neonatus Intensive Care Unit (NICU), Intensive Coronary Care Unit (ICCU), juga di ruang Emergency” tambah Edy.

Reportase UPT Kehumasan & Protokoler

Mahasiswa S1 Keperawatan Unimus Raih Prestasi Dalam Kompetisi Debat Jawa Tengah

Tim debat Unimus Mardiana Kamila dari S1 Keperawatan (kanan) dan Ira Handayani dari S1 Gizi (kiri)

Surakarta │(14/7/2017) Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) berhasil menempati perempat-finalis dalam National University Debating Championship (NUDC) tahun 2017, sebuah kompetisi debat berbahasa Inggris antar perguruan tinggi tingkat Provinsi Jawa Tengah. Tujuan partisipasi dalam kegiatan tersebut adalah dalam rangka peningkatan daya saing lulusan di era global. Tim Debat Unimus diwakili oleh dua Unimus mahasiswa salah satunya debater Mardiana Kamila, mahasiswa  dari program studi S1 » Read more

Mahasiswa S1 Keperawatan Unimus Raih Prestasi Dalam Kompetisi Debat Jawa Tengah

Tim debat Unimus Mardiana Kamila dari S1 Keperawatan (kanan) dan Ira Handayani dari S1 Gizi (kiri)
Tim debat Unimus Mardiana Kamila dari S1 Keperawatan (kanan) dan Ira Handayani dari S1 Gizi (kiri)

Tim debat Unimus Mardiana Kamila dari S1 Keperawatan (kanan) dan Ira Handayani dari S1 Gizi (kiri)

Surakarta │(14/7/2017) Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) berhasil menempati perempat-finalis dalam National University Debating Championship (NUDC) tahun 2017, sebuah kompetisi debat berbahasa Inggris antar perguruan tinggi tingkat Provinsi Jawa Tengah. Tujuan partisipasi dalam kegiatan tersebut adalah dalam rangka peningkatan daya saing lulusan di era global. Tim Debat Unimus diwakili oleh dua Unimus mahasiswa salah satunya debater Mardiana Kamila, mahasiswa  dari program studi S1 Ilmu Keperawatan.Kompetisi berlangsung pada tanggal 12-14 Juli 2017 Gedung Siti Walidah, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

NUDC 2017 diikuti oleh mahasiswa dari 40 perguruan tinggi negeri dan swasta yang tersebar di seluruh Jawa Tengah. Berdasarkan akumulasi poin dari babak 1-4, tim debat Unimus berada pada peringkat 10 dengan total pin 544. Pada kompetisi kali ini, tim debat Unimus bersaing dengan tim-tim dari perguruan-perguruan tinggi seperti Undip, Unnes, UNS, Akpelni, Polines dan lain sebagainya. Tim debat Unimus mendapatkan beberapa mosi (topik) dalam kompetisi tersebut. Pada kompetesi tahap 1 tim debat Unimus mendapatkan mosi tentang “feminist movement in developing country”, mosi pada kompetisi tahap 2 tentang ‘regrets media portrayal of unrealistic romantic life”, tahap 3 mendapat mosi tentang “mental health”, mosi pada kompetisi tahap 4 adalah “Supports Indonesia’s plan to move its capital” dan pada quarter final mendapat  mosi tentang ”priorities establising democracy over economic development”

Meskipun belum berhasil meraih juara pertama namun prestasi yang diraih mahasiswa dalam debat bahasa Inggris sudah cukup menggembirakan. Prestasi yang diraih oleh mahasiswa tersebut menjadi bukti bahwa Unimus senantiasa memberikan support pada pencapaian prestasi mahasiswa dalam bidang non akademik selain prestasi dibidang akademik..

 

Reportase UPT Kehumasan & Protokole

1 2 3 4